SELAMAT DATANG DI NIGURUTAM BLOGSPOT

Minggu, 23 Agustus 2009

Standar Proses Pendidikan

Tugas Guru Menurut Permendiknas 41, tentang Standart Proses

Berikut adalah cuplikan Permendiknas No.41 tentang STANDAR PROSES yang langsung berkaitan dengan tugas guru. Selengkapnya silakan klik di http://asia.groups.yahoo.com/group/Pendidikan_Menengah/files/

PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN

A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran

1. Rombongan belajar
Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan be­lajar adalah:
a. SD/MI : 28 peserta didik
b. SMP/MT : 32 peserta didik
c. SMA/MA : 32 peserta did 1k
d. SMK/MAK : 32 peserta didik

2. Beban kerja minimal guru
a. beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pem­belajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksana­kan tugas tambahan;
b. beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas adalah se kurang-kurang nya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.

3. Buku teks pelajaran
a. buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh se­kolah/madrasah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dari buku­buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri;
b. rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata pelajaran;
c. selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan, buku refe­rensi dan sumber belajar lainnya;
d. guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di per­pustakaan sekolah/madrasah.

4. Pengelolaan kelas
a. guru mengatur tempat duduk sesuai dengan ka­rakteristik peserta didik dan mata pelajaran, sertaaktivitas pembelajaran yang akan dilakukan;
b. volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik;
c. tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik;
d. guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kece­patan dan kemampuan belajar peserta didik;
e. guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dankeputusan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran;
f. guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung;
h. guru menghargai pendapat peserta didik;
i. guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi;
j. pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata pelajaran
yang diampunya; dan
k . guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu
yang dijadwalkan.­

B. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, ::ayiatan inti dan kegiatan penutup.
1. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengait­kan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasanuraian kegiatan sesuai silabus.
2. Kegiatan Inti
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pem­belajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, me­motivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativi­tas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuai­kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
a. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
2) menggunakan beragam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
3) memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
4) melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan
5) memfasilitasi peserta didik melakukan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

b. Elaborasi
Dalarn kegiatan elaborasi, guru:
1) membiasakan peserta didik membaca dan me­nulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
2) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memuncul­kan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
3) memberi kesempatan untuk berpikir, menga­nalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
4) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif can kolaboratif;
5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
6) rnenfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
7) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan r iasi; kerja individual maupun kelompok;
8) memfasilitasi peserta didik melakukan pamer­an, turnamen, festival, serta produk yang diha­silkan;
9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik.
c. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik melalui ber­bagai sumber,
3) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
4) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan be­nar;
b) membantu menyelesaikan masalah;
c) memberi acuan agar peserta didik dapatmelakukan pengecekan hasil eksplorasi;
d) memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh;
e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsis­ten dan terprogram;
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
d. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layan­an konseling dan/atau memberikan tugas balk tu­gas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
e. menyampaikan iencana pembelajaran pada per­temuan berikutnya.

IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai hahan penyusunan laporan kema­juan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan ter­program dengan menggunakan tes dan nontes dalam ben­tuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofoiio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.

~ oleh checep05 di/pada 1-April-2008.

Rabu, 12 Agustus 2009

Galery Seni


JAWAPOS
[ Senin, 02 Februari 2009 ]


Lelaki dan Layang-Layang
Kota ini terdiam dalam keheningan dan dinginnya malam. Sepertinya, kota tempat aku menata mimpi mulai tertidur lelap dan yang terasa hanya kesendirian. Salah satu hal yang aku senangi adalah berpikir dalam gelap, bahkan menangis dalam gelap. Aku pejamkan mataku kuat, mulai membayangkan seperti apa gelapnya kuburku nanti. Segera aku buka mata secepatnya.Peristiwa lima bulan yang lalu benar-benar masih melekat kuat dalam ingatan, bahkan hingga detik ini. Sebenarnya, jiwaku memberontak dengan apa yang telah aku perbuat terhadap diriku sendiri. Waktu itu aku benar-benar tak berdaya, hanya diam lalu menangis. Bagiku, dunia tak ada lagi. Banyak hal yang harus dipersiapkan ketika cinta hadir karena cinta akan mengubah banyak hal. Beberapa teman terdekatku pun mengatakan bahwa mereka tak merasakan diriku yang tegas dan berani ambil keputusan. "Mungkin kamu diguna-guna!" Ain mulai tak sabar karena tak satu pun kutanggapi dengan serius. "Kamu denger nggak sih! Kamu nggak bisa kayak gini terus, sudah satu minggu!"Dalam gelap aku tersenyum mengingat semua yang telah terjadi. Rapuhnya aku karena kehilangan Aji membuatku tak menghiraukan tugas-tugas yang menumpuk, melupakan teman-teman yang selalu ada untukku. Tapi, hatiku tak bisa memungkiri semuanya, aku mengharapkannya dan malam ini aku merindunya. Rindu yang kutujukan untuk dia yang telah membuat peta hidupku berubah dalam sekejap. Dia yang mampu menguasai hari-�hariku tanpa syarat aku menyerah. Menyerah untuk memberikan cinta terindah yang aku simpan dalam diam.Kesempatan emas yang aku tunggu-tunggu berlalu begitu saja. Karena yang paling berharga saat itu adalah aku tak ingin Aji menjadi milik orang lain. Hal gila yang telah aku lakukan adalah harus mengatakan cinta kepadanya agar wanita yang dipilihnya adalah aku. Tanpa hati dia menerimaku hanya satu jam, lalu memutuskanku dan mengatakan bahwa dia tidak memilihku.Sebenarnya dia tahu bahwa aku memiliki perasaan yang lain untuknya, tak lagi menganggapnya sebagai teman. Semakin aku mengingat apa yang telah dilakukannya untukku, semakin aku merindunya."Kamu tahu, waktu kecil aku suka mengejar layang-layang. Pernah aku sudah mendapatkannya, tapi teman-teman masih berambisi untuk memilikinya.""Akhirnya?" Aku memotong ceritanya tentang masa kecilnya."Aku dapat layang-layang rusak. Sedih rasanya waktu itu." Matanya menerawang bersama masa kecilnya"Aku ingin seperti layang-layang itu," kataku. "Aku ingin cintamu seperti layang-layang itu. Aku ingin kamu tak akan melepas aku begitu saja." Dia pun tersenyum. Senyum yang bermakna bahwa dia akan melepasku.Keputusan yang telah dibuatnya tetap saja membuatku tak menerima. Sebagai laki-laki sejati dia tidak memiliki keberanian bersikap sedikit pun. Aku labil begitu pula dirinya."Aku sudah memutuskan Eva," katanya dalam telepon pagi itu.Aku di antara senang dan sedih. Sebelum aku mengatakan bahwa aku suka kepadanya, dia telah menyatakan suka kepada wanita lain, yaitu Eva. Aku hadir dalam waktu yang sangat tidak tepat. Waktu itu aku meminta kepadanya tidak meninggalkanku untuk sementara. Dia pun menyanggupi. Selama dia ada bersamaku, dia menyadari bahwa sebenarnya ada cinta untukku."Dia marah. Sebab, menurutnya aku plin-plan dalam bersikap. Aku memang mengatakan suka kepadanya, tetapi dia tidak berani berkomitmen, dan aku tidak ingin hubungan yang terjalin tanpa arah. Komitmen itu aku dapatkan darimu.""Eh, ada SMS dari Eva," katanya tiba-tiba, aku terhenyak, takut."Dia memintaku untuk menghubunginya segera, kamu gak usah takut, nanti aku hubungi lagi. Gak apa-apa kan, kamu jangan takut." Hampir satu jam lebih aku menunggunya untuk menghubungiku lagi. Entah apa yang terjadi. "Eva mengubah keputusan. Dia berani berkomitmen." Tanpa kuminta dia langsung menjelaskan. Aku hanya diam tak tahu harus berkata apa. "Kamu pasti bisa jalani semuanya." Itu kata-kata terakhirnya dalam telepon.Malam makin menua, tak terasa pipiku basah mengingat semuanya. Dia adalah lelaki layang-layang yang terbang tinggi dan pergi bersama angin. Dan aku tidak akan pernah tahu ke mana dia pergi untuk mendarat, mendaratkan hatinya. Awalnya aku ingin hanya mencintainya dalam diam, semakin aku menyimpannya semakin aku rapuh karenanya. Begitu banyak kata-kata yang dia ucapkan, tapi tak satu pun yang ditepatinya. Ternyata aku belum berkemas untuk melupakan semua tentangnya. Malam ini aku insomnia untuk sekian kalinya. Kunyalakan lampu kamar dan aku cari semua tentang dia.


***Penulis: Endah Tri Utari Amboina Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang

Cara Bersyukur kepada Alloh

CARA BERSYUKUR


"BARANG SIAPA YANG TIDAK MENGHADAP KEPADA ALLAH KETIKA DIBERI KEHALUSAN-KEHALUSAN KARUNIANYA, NISCAYA DIA AKAN DIBELENGGU DENGAN BERBAGAI RANTAI UJIAN, BARANG SIAPA YANG TAK MENSYUKURI SEGALA NIKMAT, MAKA BENAR-BENAR DIA TELAH MENYODORKAN UNTUK HILANGNYA NIKMAT, DAN BARANG SIAPA YANG MENSYUKURI NIKMAT, BENAR-BENAR DIA TELAH MENGIKAT DENGAN TALI" Sebagai seorang mukmin yang telah begitu banyak menerima kenikmatan, kita seharusnya banyak bersyukur pada Tuhan Yang Maha Memberi Kenikmatan (Allah). Bahkan begitu banyaknya, hingga kita tak akan perna mampu untuk menghitungnya. Kenikmatan, yang oleh Imam Ghozali dikatakan sebagai kebahagiaan, kebaikan, kekuatan dan segala macam keinginan yang dapat terpenuhi dan kita rasakan, pada hakekatnya terbagi dua macam, yaitu:
(1). kenikmatan yang bersifat fitri Atau Azazi, yakni kenikmatan yang diberikan Allah sejak manusia dilahirkan. Misalnya telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, hati (akal) untuk berfikir, serta alat-alat tubuh lain yang diperlukan. "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur ".(An-Nahl;78)(2). Kenikmatan yang dirasakan pada waktu yang akan datang (tidak langsung diberikan ketika lahir). Yang termasuk kedalam kenikmatan ini adalah, bumi dan semua yang terkandung didalamnya untuk manusia.
Demikian besar dan terlau seringnya kita menerima dan merasakan nikmat Allah. Hingga sering kali kita lupa, bahwa apa yang kita terima dan rasakan itu merupakan nikmat. Seperti halnya pada orang yang sehat, karena berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dalam keadaan sehat, maka ia sama sekali tidak merasa bahwa kesehatannya itu merupakan nikmat. Baru ketika terserang penyakit, ia akan merasa betapa besar nikmat berupa kesehatan itu.kalau Nabi Muhammad sendiri sebagai orang yang ma'sum atau terpelihara dari dosa saja merasa takut tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang bersyukur, apakah lalu kita yang berlumuran dosa ini tidak merasa malu untuk menerima pemberian-Nya tanpa mau bersyukur kapada-Nya? Sebagai orang mukmin kita tentu tidak ingin mengabaikan perintah Allah, sebagai mana tersirat dalam Al-Qur'an Surat An-Nahl;144, yang artinya;"Bersyukurlah terhadap nikmat Allah, jika kamu sungguh-sungguh menyembah kepada-Nya".Adapun tentang cara-cara bersyukur itu ada tiga macam, yaitu:
(1).bersyukur dengan hati. Maksudnya, ia merasa yakin bahwa segala macam kenikmatan itu datangnya dari Allah."Dan apa saja ni'mat yang ada padamu, maka dari Allahlah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemadhorotan, maka hanya kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan".(Al-Nahl;53)(2). Bersyukur dengan lesan. Maksudnya dengan memperbanyak bacaan Hamdalah (Al-Hamdulillah)."Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebutkannya (bersyukur)".(Adh-Dhuhaa;11)(3). Bersyukur dengan semua anggota badan.jadi dengan demikian, bersyukur itu tidak hanya cukup dengan lesan atau ucapan saja. Tapi lebih dari pada itu harus diwujudkan dengan perbuatan.

Selasa, 11 Agustus 2009

Resep Hidup Sehat

Resep sehat dari guru kuntauw Cina

Situasi politik belakangan ini sedang tidak terlalu menarik untuk diikuti. Seperti sebuah cerita yang sudah bisa diduga ujungnya. Atau seperti sebuah sinetron yang kentara sekali kalau sedang akting. Bahkan kadang kadang saya merasa seperti melihat srimulat. Hanya bedanya kalau srimulat itu lucu.

Sambil mengisi waktu menunggu tontonan politik yang lebih mempunyai greget dan optimisme, kali ini saya ingin menularkan resep murah (sangat murah) untuk hidup sehat.

Saya mendapatkannya dari seorang guru kuntauw (kungfu) Cina yang sekaligus seorang tukang kayu. Anak muridnya tidak banyak, seingat saya, cuma ada 5-6 orang. Ada yang tua ada yang masih anak anak. Waktu itu saya juga masih terbilang anak-anak ketika datang hendak belajar kuntauw kepadanya. Saya adalah satu satunya anak murid wanita ketika itu.

Karena guru dan muridnya lainnya semua orang Cina, maka saya menjadi yang berkulit paling hitam dan bermata paling besar :-) Saya datang diantar oleh paman saya, orang Madura, sahabat sang guru itu.

Tidak lama saya belajar, hanya 4-5 bulan saja. Tetapi saya merasa mendapat banyak dari guru itu. Terutama bukan ilmu silat yang saya banyak dapat, melainkan semacam kebijaksanaan (wisdom).

Sang guru itu melihat manusia tidak terpisah dari lingkungannya. Bahkan konsep bersilatnyapun sangat selaras dengan konsepnya tentang menjaga kesehatan. Manusia dihayati benar benar seperti berada didalam rumahnya sendiri. Dalam pemikirannya semua sudah tersedia bagi manusia. Ia tidak menganjurkan belajar senjata tertentu secara khusus, melainkan memanfaatkan apapun yang ada bisa sebagai senjata membela diri. Ia hanya meminta kita untuk mengamati alam dengan jujur dan dengan mata terbuka lebar seperti anak bayi. Dan semua akan berjalan seperti simfoni yang harmonis.

Konsep silatnya meluas menjadi wisdom. Silat tidak dimengerti hanya untuk memerangi orang jahat melainkan juga bagaimana menghindari penyakit, menyembuhkan penyakit, menyelesaikan tugas, menikmati makanan, bahkan sebagai cara untuk berbahagia.

Saya tidak tahu seberapa tinggi ilmu silatnya, tetapi kalau melihat dia, saya membayangkan seperti tokoh di cerita cerita silat Cina yang saya sering baca waktu itu. Cina menjadi suatu budaya, berikut orang orangnya yang penuh kedalaman. Harus saya akui, ketika itu adalah saat pertama saya bergaul dengan orang orang Cina secara intens. Saya beruntung mendapatkan mereka sebagai pintu masuk pertama bergaul dengan orang-orang Cina selanjutnya.

Karena itu, bagi saya kata Cina mewakili konotasi sebuah wisdom, sebuah kehalusan, sebuah budaya besar dibelakang sejarah orang orangnya. Itu pula sebabnya, ketika ada saran untuk mengganti dengan panggilan Tionghoa terasa aneh ditelinga dan terasa aneh terutama di kesadaran saya. Saya sering menulis kata seperti bagaimana diucapkannya. Maka ketika menulis kata Tionghoa sering hampir keliru dengan menulis Tiongwa :-) Singkatnya, kata Tionghoa itu terdengar makin mengasingkan dibandingkan kata Cina.

Guru saya yang saya panggil Empek (empeh) yang artinya pakde atau paman tua itu, mengajarkan 5 resep penting untuk kesehatan manusia. Ternyata resep untuk sehat bukan cuma memperhatikan apa yang MASUK kedalam tubuh, melainkan juga apa yang KELUAR dari tubuh.

Mari kita simak satu persatu.

1. NAFAS
Setiap pagi (bila kita muslim, setelah sholat subuh), berdiri diudara terbuka, tarik nafas perlahan dan dalam, isi sepenuhnya di dada sampai tergembung keras sekali. Lalu dengan santai lepaskan nafas sepanjang panjangnya sampai habis, sehabis habisnya. Lakukan ini 20-30 kali. Pertama kali melakukan, kepala terasa pusing. Lama lama terbiasa. Sang guru menyebutnya dengan istilah bernafas bersama alam. Ada bahasa mandarinnya untuk istilah ini, tetapi saya lupa.

2. AIR
Malam sebelum tidur siapkan air minum ditempat yang terbuat dari tanah liat yang tidak di cat. Letakkan ditempat terbuka (bukan didalam ruangan). Saya dulu memakai kendi-kendi untuk ini. Air bisa diambil dari kran, sumur atau sungai, yang penting dimasak. Jangan pakai air mineral dalam kemasan. Ketika bangun pagi, minum air embun itu sebanyak banyaknya. Tidak usah sekaligus, yang penting jumlahnya banyak. Saya dahulu menghabiskan 3 kendi setiap hari. Nanti akan banyak keluar sebagai kencing. Memang itu maksudnya, membersihkan ginjal. Namun bila ginjal sakit atau rusak jangan lakukan ini.

3. KENCING
Manusia dilengkapi dengan obat mujarab yang bisa diperoleh secara gratis. Obat itu adalah air kencing. Setiap pagi, minum segelas kencing sendiri adalah obat yang bisa melenyapkan penyakit apapun secara ajaib. Bahkan kanker bisa sembuh. Saya pernah mengumpulkan dari pelbagai sumber, ternyata ini sangat populer di India, Cina, Mesir bahkan sejak jaman sangat kuno. Sekarang dunia mengenalnya sebagai urine therapy yang semakin dicoba dan diselidiki semakin nyata manfaatnya. Kencing ini bisa menyembuhkan luka, gigitan binatang, keracunan, terbakar. Apalagi sekedar jerawat. Pemakaian untuk luka luar adalah dengan membasuhnya. Sangat mudah dan murah.

4. PIKIRAN
Ini lebih sulit. Pikiran harus diusahakan untuk: tidak iri, tidak benci, tidak marah, tidak takut, tidak kuatir. Dibiarkan mengalir seperti air. Bahkan kanker juga bisa sembuh dengan pikiran. Pikiran yang positif akan membantu manusia untuk selalu berbuat baik kepada alam dan seisinya. Maka dalam setiap saat akan selalu merasa cerah. Ini mengingatkan saya pada sikap hidup rahib rahib dipegunungan yang berpikiran sederhana namun kesederhanaan itu bisa diambil sebagai kiat untuk hidup sehat. Guru itu sering meyakinkan murid-muridnya bahwa bila pikiran datang maka tenaga (chi) datang. Ini juga ada istilah khususnya dalam bahasa mandarin. Merasa sakit adalah sakit. Berpikir sembuh itu menyembuhkan.

5. KELAKUAN
Ini paling sulit, tetapi paling mudah mencari contohnya. Bila kita memukul orang, orang akan balas memukul kita dan itu bisa membuat badan kita tidak sehat. Demikian guru kuntauw itu pernah memberi contoh dengan wajah lucu. Kesehatan diperluas sampai batas sosial. Bahkan kalau kita memfinah, kita bisa tidak sehat karena dipukul oleh orang yang sakit hati kepada kita itu.

Dari kelima resep diatas, semuanya bisa dicari sumbernya di kitab kitab klasik. Bahkan seorang teman yang khatam ayat-ayat Quran pernah mengatakan bahwa itu semua bisa disarikan dari kitab suci itu. Dari seorang pendeta juga ada yang pernah mengungkapkan hal itu dari membaca AlKitabnya.

Saya yakin juga, kesadaran untuk hidup sehat bisa didapat dari mana-mana. Bisa dari kitab agama apapun, yang penting kita tahu cara memahaminya. Bisa dari orang apapun, entah Cina entah Belanda, yang penting kita tahu ada kemanusiaan di hatinya.

Dan kebenaran itu ternyata baru saya gali dari kenangan kepada seorang guru silat, orang Cina sederhana, tetapi sangat sehat. Lalu sekarang saya ceritakan disini.Guru itu sudah meninggal dunia di usia yang sangat tua. Tetapi pelajarannya tentang ilmu lingkaran dalam kuntauw thay ji yang diajarkannya, pemahamannya tentang kesehatan dalam arti harmoni dan kedamaian hati, tetap saya bisa ambil sari patinya.

Saya harapkan dari resep sehat ini bisa diambil manfaatnya. Bukan hanya sehat dalam arti sempit, melainkan sehat dalam arti seluas kemanusiaan bisa menampungnya.Kita merasa terharu dan merasa diselimuti rasa cinta diantara sesama bila kita sehat dalam arti itu.
google_protectAndRun("ads_core.google_render_ad", google_handleError, google_render_ad);
Resep sehat dari guru kuntauw Cina Ahmad Syamil
Re: Resep sehat dari guru kuntauw Cina Abubakar Alatas